Ticker

6/recent/ticker-posts

Konflik PBNU Melebar ke Jabar, Ketua PWNU Angkat Bicara



Bandung - Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat, KH Juhadi, mengaku kecewa dan merasa dibohongi oleh Rais Syuriah PWNU Jawa Barat, KH Abun Bunyamin, MA, terkait sikap terhadap kehadiran Pj Ketua Umum PBNU, KH Zulfa Musthofa.

KH Juhadi menyebut sebelumnya telah ada kesepakatan internal bahwa PWNU Jawa Barat tidak akan menerima kehadiran Pj Ketua Umum PBNU tersebut. Namun, kesepakatan itu dinilai dilanggar.

“Kami sepakat tidak menerima kehadiran Pj Ketua Umum. Tapi faktanya, Rais Syuriah justru mengundang beliau. Saya merasa dibohongi,” kata KH Juhadi kepada wartawan, Senin (15/12).

Menurut KH Juhadi, langkah tersebut membuat perpecahan di tubuh PWNU Jawa Barat kini tak lagi tersembunyi. Konflik internal yang sebelumnya bersifat tertutup, kini mencuat ke ruang publik.

“Ini membuat perpecahan PWNU Jawa Barat menjadi terbuka. Padahal NU seharusnya dijaga marwah dan persatuannya,” ujarnya.

KH Juhadi menegaskan dirinya tetap berpegang pada keputusan para masyayikh Pondok Pesantren Lirboyo yang mendorong agar PBNU menempuh jalan islah demi menjaga keutuhan jam’iyah.

“Saya taat pada keputusan para masyayikh dari Lirboyo. Mereka menginginkan PBNU islah, bukan konflik berkepanjangan,” tegasnya.

Lebih jauh, KH Juhadi juga menyoroti kemungkinan digelarnya muktamar oleh masing-masing kubu yang berseberangan. Ia menilai, jika hal itu terjadi, maka muktamar tersebut batal demi hukum.

“Kalau nanti ada muktamar versi masing-masing kubu, itu batal demi hukum. Tidak sah secara organisasi,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Rais Syuriah PWNU Jawa Barat, KH Bunyamin, terkait tudingan tersebut. Awak media masih berupaya meminta konfirmasi dari pihak terkait.

Repost dari: WAG Nahdliyin Network (16-12-2025)

Posting Komentar

0 Komentar