PEACE BUILDING. PRAKTIK RESOLUSI KONFLIK DAN REKONSILIASI DAMAI
Oleh: A. Hanief Saha Ghafur
Dalam ilmu Peace Building dikenal istilah resolusi konflik. Dalam resolusi konflik dikenal istilah "detente" dalam bahasa Prancis atau "islah" dalam bahasa Al-Quran. Artinya adalah peredaan ketegangan (relaksasi/ pelonggaran) untuk kembali pada kesepakatan titik nol (zero option) dalam perundingan damai. Peredaan ketegangan dari obyek yg dipersengketakan dengan cara menghindari hal-hal yg sensitif antara kedua belah pihak. Praktik yg lumrah dalam Peace Building (islah) sambil berjalan terus menerus dilakukan resolusi konflik >> negosiasi dan perundingan >> peer mediation (حكما من اهله و حكما من اهلها) >> rekonsiliasi damai.
Biasanya dalam setiap Peace Building (perundingan damai) selalu ada pelaksana lapangan (peace keeping force) yg terus menerus menjaga dan mengimplementasikan hasil-hasil perundingan dan kesepakatan dari mereka yg berseteru. Tentu saja sejarah Islam awal sangat kaya dengan praktik-praktik "Islah peace building". Marcel Boisard menulis buku khusus tentang humanisme dan peace building dalam Islam. Marcel Boisard memuji petunjuk Al-Quran yg dipraktikkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam menjalankan Peace Building dan resolusi konflik.
Bahkan menurut Boisard sejatinya Hukum Humaniter Internasional atau dikenal sebagai hukum perang dan perdamaian itu banyak mengadopsi dari jejak-jejek sejarah perang dan dalam Islam. Khususnya etika perang dan pesan larangan-larangan yang selalu disampaikan Nabi Muhammad SAW. Termasuk 2 larangan keras yaitu: Larangan menzalimi (بانهم ظلموا) dan larangan berkhianat (بانهم خانوا). Dalam 2 hal ini Al-Quran tegas dalam menegakkan dan menjaga perdamaian. Semoga Allah SWT beri jalan mudah, lancar, dan sukses melaksanakan jalan Islah sehingga jamaah dan Jam'iyah NU menjadi semakin utuh, solid, dan terintegrasi. Damai itu Indah.

0 Komentar