TANGGAL 10 RAJAB : NUR SAYYIDUNA MUHAMMAD SAW
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
قَالَ سَهْلُ بن عَبْدِ اللهِ التَّسْتُرِي : لَمَا أَرَادَ اللهُ تَعَالَى خَلْقَ مُحَمَّدٍ فِي بَطْنِ أُمَّهِ آمِنَةَ لَيْلَةَ" رَجَبَ وَكَانَتْ لَيْلَةَ الجُمْعَةِ، أَمَرَ اللهُ تَعَالَى فِي تِلْكَ اللَّيْلَةِ رِضْوَانَ خَازِنَ الجِنَانِ أَنْ يَفْتَحَ الْفِرْدَوْسَ وَيُنَادِي مُنَادٍ فِي السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ : أَلاَ إِنَّ النُّورَ المَخْزُونَ المَكْنُونَ ا لَّذِي يَكُونُ مِنْهُ النَّبِيُّ الهَادِي فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ يَسْتَقِرُّ فِي بَطْنِ أُمَّهِ الَّذِي يَتِمَّ خَلْقَهُ وَيَخْرُجُ لِلنَّاسِ بَشِيرًا وَنَذِيرًا
Imam Abu Muhammad Sahl bin Abdullah At-Tustari rahimahullah (wafat 896 M, Basrah, Irak) berkata :
"Sesungguhnya ketika Allah subhanahu wa ta'ala menciptakan Baginda Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam dalam kandungan ibundanya pada malam Jum’at bulan Rajab, Allah subhanahu wa ta'ala memerintahkan kepada Malaikat Ridlwan (penjaga surga) agar membuka seluruh pintu surga Firdaus. Dan Malaikat menyeru di langit dan di bumi : "Wahai seluruh makhluk, ingat..! Sesungguhnya nur Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam malam ini telah berada dalam kandungan ibundanya. Kelak, Beliaulah yg akan muncul sebagai Nabi yg membawa petunjuk dan pembawa kabar gembira serta pemberi peringatan kepada umat manusia."
Referensi :
1. Kitab Hujjatullahi Alal Alamin Fi Mukjizat Sayyidil Mursalin (halaman 226) karya Syaikh Yusuf bin Ismail bin Yusuf bin Ismail bin Muhammad Nashiruddin An-Nabhani Asy-Syafi'i Al-Asy'ari atau Syaikh Yusuf An-Nabhani rahimahullah (wafat Tahun 1932 M di Beirut Lebanon).
2. Kitab Al-Mawahibul Ladunniyah Ala Syamail Muhammadiyah (1 / 60 - 62) Karya Al-Imam Ahmad bin Muhammad bin Abu Bakar bin Abdul Malik bin Ahmad bin Muhammad bin Husain bin Ali Al-Qasthalani Asy-Syafi'i atau Imam Al-Qasthalani rahimahullah (wafat 923 H / 1517 M Kairo Mesir).
Menurut para sejarawan Muslim, salah satu peristiwa besar dalam bulan Rajab adalah dimulainya cahaya kenabian (nur nubuwwah), Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wassalam, yg disimpan dalam rahim ibunda tercinta, Siti Aminah pada tanggal 10 Rajab. Keterangan ini pernah dijelaskan oleh Allahu Yarham Simbah KH Maimoen Zubair rahimahullah (wafat 6 Agustus 2019 M, Jannatul Ma'la Mekkah), pada acara Akhiris Sanah Madrasah dan Pondok Pesantren Paculgoang Jombang pada tanggal 12 September 2005 M.
Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam mempunyai dua kelahiran yaitu kelahiran biasa dan kelahiran khusus. Kelahiran biasa Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam adalah kelahiran beliau dari perut sang ibu seperti seorang manusia pada umumnya. Sedangkan kelahiran khusus adalah kelahiran Nur Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam dari Sayyid Abdullah yg jatuh ke dalam rahim Sayyidah Aminah.
Pada mulanya, Nur tersebut dibawa oleh Nabi Adam Alaihis salam, kemudian pindah ke dalam tubuh Nabi Nuh alaihis salam nabi Ibrahim, Nabi Ismail alaihis salam, kemudian pada akhirnya dibawa oleh Sayyid Abdullah bin Abdul Muthalib. Merupakan suatu keistimewaan tersendiri bagi seorang Nabi yg pernah membawa Nur Muhammad tersebut.
Memang, para ulama sendiri berselisih pendapat terkait kapan janin Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam mulai dikandung oleh Sayyidah Aminah. Namun, jika merujuk pendapat ulama yg mengatakan Nabi lahir pada bulan Rabi’ul Awwal, maka jelas Nabi berada dalam kandungan ibunya selama sembilan bulan dengan dimulai dari Rajab. Menurut Imam Abu Abdullah Muhammad ibn Abdul Baqi Al-Azhari Az-Zurqani Al-Maliki Al-Mishri atau Imam Az-Zurqani rahimahullah (wafat 1710 M di Mesir) dalam Kitab Syarah Mawahibul Laduniyah, pendapat ini sahih. (Az-Zurqani, Kitab Syarah Al -Alamah Az-Zarqani Ala Al-Mawahib Al-Laduniyyah Li Al-Qasthalani, Maktabah Syamilah Online, juz I, halaman 257).
Kelahiran Nabi Muhammad seperti manusia pada umumnya terjadi pada tanggal 12 Rabi’ul Awwal tahun 571. Sedangkan lahirnya nur Muhammad yang disebut-sebut sebagai kelahiran khusus terjadi pada tanggal 10 Rajab tahun 570 pada hari kamis malam jum’at yaitu malam pertama berkumpulnya Abdullah dan Aminah setelah pernikahan mereka.
Pada malam itulah, Nur Muhammad yg awalnya tersimpan kokoh di dalam punggung Sayyid Abdullah jatuh ke dalam rahim suci Sayyidah Aminah. Peristiwa ini direkam oleh Al-Imam As-Sayyid Ja’far ibn Hasan ibn Abdul Karim ibn Muhammad ibn Sayyid Rasul Al-Barzanji Al-Husaini rahimahullah (wafat hari Selasa, selepas Ashar, 4 Sya'ban tahun 1177 H atau 1766 M di Jannatul Baqi Madinah) dalam Kitab Maulid Al-Barzanji berikut :
وَلَمَّا أَرَادَ اللهُ تَعَالَي إِبْرَازَ حَقِيْقَتِهِ الْمُحَمَّدِيَّةْ * وَإِظْهَارَهُ جِسْمًا وَرُوْحًا بِصُوْرَتِهِ وَمَعْنَاهْ * نَقَلَهُ إِلَي مَقَرِّهِ مِنْ صَدَفَةِ آمِنَةَ الزُّهْرِيَّةْ * وَخَصَّهَا الْقَرِيْبُ الْمُجِيْبُ بِأَنْ تَكُوْنَ أُمًّا لِمُصْطَفَاهْ
"Setelah kehendak Allah subhanahu wa ta'ala memunculkan hakikat Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam dan menjelmakannya secara jasmani dan ruhani, maka Dia memindahkannya ke tempat persinggahan-nya, yaitu kandungan Sayyidah Aminah Az-Zuhriyah yg mirip dengan penyimpanan mutiara. Memang, ia di sepesialkan oleh-Nya menjadi ibu Nabi Mushthofa".
Banyak Alim ulama menghimbau supaya menghormati dengan memanfaatkan momentum tanggal 10 Rajab. Karena, jika tidak ada Nur Muhammad, maka tidak akan ada apa² termasuk manusia, artinya seluruh semesta ini diawali oleh Nur Muhammad. Maka di bulan Rajab ini, sebaiknya kita memperbanyak amal sholeh seperti puasa, sedekah, membaca Al-Qur’an, ta’allum (belajar atau pembelajaran ilmu), perbanyak dzikir, istighfar dan sholawat.
Dalam Kitab Ash-Shiyam dan Al-Asbahani dan Ibnu Syahin (keduanya dalam At Targhib dan Al-Baihaqi) disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
Ada riwayat hadits dari Sahabat Anas bin Malik Al-Anshari radliyallahu anhu (wafat 709 M di Jannatul Baqi' Madinah) bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda :
إِنَّ فِي الْجَنَّةِ نَهْراً يُقَالُ لَهُ رَجَبٌ مَاؤُهُ أَشَدُّ بَيَاضاً مِنَ اللَّبَنِ، وَأَحْلَى مِنَ العَسَلِ، مَنْ صَامَ مِنْ رَجَبٍ يَوْماً وَاحِداً سَقَاهُ اللهُ مِنْ ذَلِكَ النَّهْرِ
“Sesungguhnya di surga ada sungai yg disebut dengan sungai ‘Rajab.’ Airnya lebih putih dari susu dan lebih manis dari madu. Barangsiapa berpuasa satu hari pada bulan Rajab, maka Allah akan memberikan minum kepadanya dari air sungai tersebut". (HR. Imam Al-Baihaqi rahimahullah wafat 1066 M di Naisabur Iran).
Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Ad-Dailami rahimahullah (wafat 1115 M di Hamadhan Iran) dalam Kitab Musnad (I/2/281) dan Imam Abul Qasim Al-Ashbahani rahimahullah (wafat 1135 M di Isfahan Iran) di dalam Kitab At-Targhib (I-II/224). Dan riwayat Imam Abu Hafsh Ibnu Syahin rahimahullah (wafat 995 M Isfahan Iran).
Ruh manusia diciptakan karena Nur Muhammad, maka jika kita memperbanyak membaca Sholawat, sama dengan mendo’akan diri kita sendiri, maka akan selamat, selamat dari penyakit, fakir, kekalutan. Insya Allah, akan dientaskan Allah subhanahu wa ta'ala karena barokah Sholawat.
Gus Baha' juga pernah menerangkan, kalau di Bulan Rajab ini adalah waktu puasa yg sangat baik. Beliau mengutip Dawuh Mbah Moen berikut :
“Dhawuhe mbah Moen (KH. Maimoen Zubair), puasa sing sangat apik iku mulai bertepatan pada 1 hingga 10 Rajab lan iki ono ilmune. Namun apabila tidak mampu melakukan puasa sunnah Rajab selama 10 hari (dari bertepatan pada 1-10 Rajab), cukup dengan melakukan 2 hari puasa di bertepatan pada tanggal 1 serta 10 Rajab saja, seperti halnya yg dilakukan oleh Mbah Moen".
Dalam keterangan lain, seorang muslim dapat membaca doa ini sebanyak 100 kali setiap malam 1 - 10 Rajab :
سُبْحَانَ اللهِ الْحَيُّ الْقَيُّمِ
"Subhaanallaahil hayyul qayyuum." (Maha Suci Allah yg hidup kekal dan terus-menerus mengurus makhluk-Nya)
Wallahu A'lam. Semoga bermanfaat.
Sumber: Repost dari WAG 89 All Start

0 Komentar