Ticker

6/recent/ticker-posts

DOA DAN PERMOHONAN

Oleh: Dr. KH. Zakky Mubarak, MA

Sejak masa balita, kita telah dibimbing oleh orang tua, para sesepuh, dan para pembimbing agar kita menyampaikan doa dan permohonan kepada Allah s.w.t. dalam segala urusan yang kita hadapi. Allah s.w.t. Maha Mengabulkan doa para hamba-Nya dalam berbagai macam bentuk, baik yang terucapkan, maupun yang tersembunyi dalam batin seseorang. Allah s.w.t. berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, Aku akan kabulkan doamu”. (QS. Al-Mukmin: 60).

Berdoa termasuk bagian dari ibadah dan merupakan senjatanya manusia yang beriman. Dalam melakukan berbagai kegiatan, atau memerlukan apa saja, hendaklah diawali dengan berdoa, agar apa yang kita harapkan dikabulkan oleh Allah s.w.t..
وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ 
Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, sesungguhnya Aku amat dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Maka, hendaklah mereka memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS. Al-Baqarah, 02:186).

Setiap orang muslim harus tekun berdoa, memohon kepada Allah s.w.t, agar keinginan dan harapannya dikabulkan. Tidak boleh ada seorang pun yang berputus asa dalam berdoa, meskipun berbagai doanya tidak langsung dikabulkan. Allah s.w.t Maha Mengetahui segala apa yang kita butuhkan dan akan memberikannya pada saat dan waktu yang tepat. Masih banyak orang yang mengeluh bahwa doanya tidak dikabulkan. 

Keluhan seperti itu sangat tercela dan tidak dibenarkan menurut ajaran agama. Karena sesungguhnya Allah telah berjanji akan mengabulkan doa para hamba-Nya. Sesungguhnya doa yang belum terwujud itu tidak berarti ditolak, tetapi hanya ditangguhkan sesuai dengan situasi dan kondisi yang tepat. Ada sebagian manusia yang doanya langsung dikabulkan, ada yang ditangguhkan sampai waktu tertentu, bahkan ada yang ditangguhkan sampai hari akhirat. 

Betapa banyaknya orang-orang yang menginginkan doanya dikabulkan sekarang ini. Tapi, setelah mereka diberi tahu bahwa sesungguhnya apa yang diperoleh di akhirat jauh lebih baik dari apa yang diperoleh di dunia ini. Maka mereka itu menginginkan agar doanya dikabulkan di akhirat. Sebagai hamba, manusia tidak bisa mengatur kehendaknya sendiri, tapi semuanya diatur oleh Allah s.w.t.. Segala sesuatu, semuanya menurut kehendak-Nya bukan kehendak manusia. 

Kita semua harus yakin bahwa segala apa yang diberikan Allah kepada kita adalah sesuatu yang terbaik. Dengan demikian, kita senantiasa bersyukur dan hidup dalam ketenangan serta kebahagiaan. Dalam kenyataan kehidupan, banyak hal yang menurut kita baik, ternyata tidak baik. Sebaliknya, ada beberapa hal yang dianggap tidak baik, ternyata baik untuk kita. 

Doa pada dasarnya terbagi menjadi tiga bagian, yaitu (1) doa yang cepat dikabulkan, (2) doa yang ditangguhkan sampai batas tertentu, dan (3) doa yang dikabulkan di akhirat nanti. Tidak ada seorang pun yang berdoa, melaikan Allah akan mengabulkannya atau orang itu dihindarkan dari bahaya. Atau, diampuni sebagian dosa-dosanya, selama orang itu tidak berdoa untuk sesuatu yang menjurus kepada perbuatan dosa dan permusuhan atau yang mengarah pada pemutusan hubungan silaturrahim. 

Ada beberapa doa yang ditolak, antara lain disebabkan (1) orang itu hatinya mati, misalnya ia sering membaca al-Qur’an tapi tidak mengamalkan isinya. Ia mengaku mencintai Nabi s.a.w., tapi meninggalkan sunnahnya. Ia selalu berdoa untuk dimasukkan ke dalam surga, tapi ia tidak beramal shaleh. Ia senantiasa melihat segal aib dan cacat orang lain, tapi tidak berusaha melihat kekurangan dan aibnya diri sendiri. 

Doa yang tertolak ke (2) adalah doanya orang yang kehidupannya diliputi dengan hal-hal yang haram dan dilarang oleh Allah s.w.t.. Ia berdoa dengan sungguh-sungguh demi mendapaitkan kebaikan, tetapi amalnya tidak baik, makanannya haram, minumannya haram, pergaulannya haram, dan berbagai keharaman lain yang selalu ia lakukan. 

Berdasarkan kenyataan tersebut, maka seorang muslim hendaklah selalu mengonsumsi makanan yang halal dan baik, bekerja dengan pekerjaan yang baik. Ia senantiasa mengambil jalan terbaik dalam hidupnya. Salah satu gambaran orang yang ditolak doanya adalah seseorang yang melakukan perjalanan yang sangat jauh untuk menjangkau keinginannya. Rambutnya kusut masai dipenuhi debu, ia menengadahkan kedua tangannya ke atas sambil memohon: “Wahai Tuhanku, Wahai Tuhanku”, sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan dipenuhi dengan segala hal yang haram. Maka bagaimana ia akan diterima permohonannya? Orang seperti ini tidak akan diterima doanya, meskipun dilakukan berkali-kali.

Posting Komentar

0 Komentar